Minggu, 20 Maret 2011

Kota Semarang




SEMARANG, sebagai kota raya dan lbu kota Jawa Tengah, memiliki sejarah yang panjang. Mulanya dari dataran lumpur,yang kemudian hari berkembang pesat menjadi lingkungan maju dan menampakkan diri sebagai kota yang penting. Sebagai kota besar, ia menyerap banyak pendatang. Mereka ini, kemudian mencari penghidupan dan menetap di Kota Semarang sampai akhir hayatnya. Lalu susul menyusul kehidupan generasi berikutnya. Di masa dulu, ada seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang, meninggalkan Demak menuju ke daerah Barat Disuatu tempat yang kemudian bernama Pulau Tirang, membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.
Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II. Di bawah pimpinan Pandan Arang, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dan Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Akhirnya Pandan Arang oleh Sultan Pajang melalui konsultasi dengan Sunan Kalijaga, juga bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H atau bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1547 masehi dinobatkan menjadi Bupati yang pertama. Pada tanggal itu "secara adat dan politis berdirilah kota Semarang" . Masa pemerintahan Pandan Arang II menunjukkan kemakmuran dan kesejahteraan yang dapat dinikmati penduduknya. Namun masa itu tidak dapat berlangsung lama karena sesuai dengan nasihat Sunan Kalijaga, Bupati Pandan Arang II mengundurkan diri dari hidup keduniawian yang melimpah ruah. la meninggalkan jabatannya, meniggalkan Kota Semarang bersama keluarga menuju arah Selatan melewati Salatiga dan Boyolali, akhirnya sampai ke sebuah bukit bernama jabalekat di daerah Klaten. Didaerah ini, beliau menjadi seorang penyiar agama Islam dan menyatukan daerah Jawa Tengah bagian Selatan dan bergelar Sunan Tembayat. Beliau wafat pada tahun 1553 dan dimakamkan di puncak Gunung Jabalkat. Sesudah Bupati Pandan Arang mengundurkan diri lalu diganti oleh Raden Ketib, Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586), kemudian disusul pengganti berikutnya yaitu Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659), Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 - 1666), Mas Tumenggung Prawiroprojo (1966-1670), Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674), Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung. Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701), Raden Maotoyudo atau Raden Summmgrat (1743-1751), Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadmienggolo (1751-1773), Surohadimenggolo IV (1773-?), Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?), Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841), Putro Surohadimenggolo (1841-1855), Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860), RTP Suryokusurno (1860-1887), RTP Reksodirjo (1887-1891), RMTA Purbaningrat (1891-?), Raden Cokrodipuro (?-1927), RM Soebiyono (1897-1927), RM Amin Suyitno (1927-1942), RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945), R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan, M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946, 1949 - 1952 yaitu masa Pemerintahan Republik Indonesia) pada waktu Pemerintahan RIS yaitu pemerintahann federal diangkat Bupati RM.Condronegoro hingga tahun 1949. Sesudah pengakuan kedaulatan dari Belanda, jabatan Bupati diserah terimakan kepada M. Sumardjito. Penggantinya adalah R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956). Kedudukannya sebagai Bupati Semarang bukan lagi mengurusi kota melainkan mengurusi kawasan luar kota Semarang. Hal ini terjadi sebagai akibat perkembangnya Semarang sebagai Kota Praja.

Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Walikota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang. Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, pemerintahan daerah Kota Semarang belum dapat menjalankan tugasnya karena pendudukan Belanda. Tahun 1946 lnggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda.Ini terjadi pada tangga l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menaiigkap Mr. Imam Sudjahri, walikota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Narnun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian diluar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti dimasa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementrian Dalam Negeri di Yogyakarta. Beliau menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan. Sejak tahun 1945 para walikota yang memimpin kota besar Semarang yang kemudian menjadi Kota Praja dan akhirnya menjadi Kota Semarang



Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).
Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I), untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.
Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran II atau Sunan Pandanaran Bayat atau Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran saja). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.
Kemudian pada tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas. Pada tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjiannya karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.


Kantor KPM (
Koninklijke Paketvaart Maatschappij) di Semarang (1918-1930)
Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Wali kota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang.
Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran lima hari di Semarang.
Tahun 1946 lnggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda.Ini terjadi pada tangga l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, wali kota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Narnun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian diluar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti dimasa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementrian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.


Kebun Kopi Banaran

Kebun Kopi Banaran merupakan satu-satunya pusat penghasil kopi yang terbaik di jawa tengah umumnya dan di semarang khususnya. Di kebun kopi banaran ini terdapat berbagai jenis kopi unggulan yang dapat menggugah selera bagi anda para mania dan penggemar berat kopi. Kebun Kopi Banaran ini Terletak di jalan raya bawen Semarang, tidak begitu jauh dari pusat kota Semarang tercinta, selain menyajikan dan menawarkan berbagai kopi yang dapat memanjakan selera lidah kamu-kamu Kebun Kopi Banaran juga memiliki pemandangan yang indah dan menarik, cocok sebagai tempat rekreasi untuk keluarga, tempat untuk ngobrol-ngobrol dan tempat untuk menghabiskan waktu akhir pekan sembari menikmati kopi dan melepaskan kepenatan setelah satu minggu pull di habiskan untuk bekerja, sekolah maupun kuliah......
Di bawah ini sebagian gambar yang dapat menunjukkan dan menggambarkan keindahan Kebun Kopi Banaran








Lagi..lagi..Bom Meledak

dier....dier.....dier..... akhir-akhir ini kita di kejutkan oleh ledakan bom yang kembali lagi terjadi dan kali ini terjadi di daerah jakarta tepatnya di daerah utan kayu Jakarta Timur ini tentunya membuat masyarakat menjadi panik dan resah, karena selama ini kita sudah tenang dan menggangap peristiwa ledakan bom sudah musnah karena dalang dari pelaku bom ini sudah tewas tertembak yakni Nurdin yang  nggak mau top alias Nurdin mohtop hehehe...Ehhh malah kok sekarang ledakan bom ini nongol lagi. dan yang lebih membuat terkejut dan terheran-heran ialah modus ledakan bom kali ini berbeda dengan modus ledakan bom yang terdahulu, kali ini para penteror menggunakan modus baru yakni bom buku,wah ngeri bnget, apa dah kehabisan obyek untuk ngancurin bom sampe-sampe harus pake buku. Tentunya sekarang kita menjadi parno kalo ngeliat buku, takutnya di dalam buku itu ada bomnya hahaha..............
Peristiwa ledakan bom tersebut terjadi tanggal 16 maret 2011 tepatnya hari selasa, awalnya polda jakarta timur mendapatkan laporan bahwa ada paket yang mencurigakan dan disinyalir ada bomnya, pukul 16.00 sore paket tersebut di periksa dan tidak disangka-sangka paket buku itu meledak dan melukai sejumlah aparat polisi dan satpam dan membuat salah satu tangan polisi harus di amputasi.... Tentunya peristiwa ledakan bom buku ini mengingatkan kita untuk senantiasa hati-hati dalam menerima paket yang mungkin tidak kita kenal nama pengirimnya..

Sm#sh Boy Band Yang Bikin ketawa

Hahahaha.. Sebentar sebentar.. Ketawa dulu deh.. Maap Maap… Yah gimana gak mau ketawa, lucu banget sih… Apanya tuh yang lucu?? Ini loh.. ada boyband baru lagi muncul mewarnai dunia entertaiment di Indonesia. Hihihi..
Kalian pasti tau dong Sm*sh (baca SMASH), boyband baru Indonesia yang saat pertama kali kemunculannya di warnai dengan kontroversi antara new comers dan plagiat. Dan entah karena banyak yang sirik atau terpukau dengan Sm*sh (cuit cuit), sampai sampai ada yang buat video parodi lagu dan video klip smash.
Tidak mau ketinggalan dengan fenomena boyband di Indonesia, pasukan pelawak juga ikut mewarnai dunia hiburan. Munculah sebuah boyband lawak baru Indonesia. Namanya SM#SH (baca SMESH). Yang ngebedain dengan Sm*sh, adalah hanya tulisan tengah SM#SH yang mneggunakan tanda pagar bukan bintang.
Sm#sh
Sejumlah komedian yang terdiri dari Nunung, Azis Gagap, Sule, Parto, Andre, Opik Kumis dan Adul mencoba menggarap sebuah single dengan judul Cenat-Cenut versi lawak. Di dalam video klip tersebut, terlihat kalau para mereka seperti membuat parodi video klip Sm*sh.
“Kita bikin boyband ini hanya sebagai lucu-lucuan saja,” ujar Sule
Sekilas, lagu yang di nyanyikan Sule, Andre, Parto dan kawan-kawan ini terdengar mirip lagunya SM*SH, namun yang membedakan hanyalah liriknya. “Bibirmu doer…bibirmu doer…bibirmu doer,” di reff lagu itu.
Di tengah video klip, tiba-tiba Sule datang membawa sebuah ular sanca, terang saja Nunung, Adul, Andre dan Azis Gagap lari terbirit-birit.
“Terima kasih-terima kasih, kurang ajar luh,” ucap Andre dengan nada sedikit ketakutan yang ditambahkan oleh Adul, “Masa video klip kaya begini? Apa-apaan,” tambahnya.
Yang paling lucu dari video klip ini, saat sampai diakhir lagu, tiba-tiba Parto datang membawa buaya hidup yang sudah diikat mulutnya. Dengan sangat terkejut Azis Gagap, Nunung yang sedang berada di bangku taman tidak dapat berbuat apa-apa untuk beberapa saat.
“Aduuhh…adduuhh.., aku tidak bawa celana lagi,” teriak Nunung yang tidak sadar membuat dirinya harus kencing di celana akibat tawanya yang berlebihan.

Sm#sh Parodi ala OVJ

Masa Boy Band kini kembali berjaya. Setelah beberapa waktu lalu Boy Band Sm*sh mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia lewat tembang “I Heart You”, kini Parto dan kawan-kawan mencoba keberuntungan dengan membentuk Boy Band bernama Sm#sh. Parto bersama kawan-kawannya di OVJ membuat konsep Boy Band berupa parodi komedi. Lagu yang mereka parodikan itu berjudul Cenat Cenut.
Sm#sh baru ini beranggotakan Parto, Sule, Azis, Andre, Nunung, Adul, dan Opick Kumis. “Ini dibuat hanya untuk lucu-lucuan aja,” ujar Sule. Saat pembuatan video klipnya pun penuh dengan suasana lucu di kawasan Cibubur Jakarta Timur. Kelucuan yang mereka tampilkan adalah saat mereka bergaya ala Sm*sh asli dan tampil apa adanya. Video Klip itu pun terlihat menarik. Kesan lucu dari mereka yang mayoritas pelawak itu pun membuat tawa para penonton dan crew.
Memang pelawak ada saja tingkah laku mereka, Ditengah pembuatan video klip Parto mengejutkan anggota Sm#sh dengan membawa seekor ular. Spontan para personil terkejut dan takut. Andre pun diakhir shooting membawa masuk seekor buaya-buayaan dan kembali para personil takut dan berlarian. Bagaimana serunya video klip dan aksi kocak mereka, silahkan download videonya sendiri hehe,...

Malioboro Yogyakarta




Daerah Malioboro berfokus pada Jalan Malioboro yang menjadi salah satu jalan terkenal di Indonesia. Jalan Malioboro bercitra sebagai jalan pasar yang dikuasai orang keturunan Cina. Jalan Malioboro juga bermakna sebagai bagian dari sumbu mistik di antara Kraton dan Tugu. Daerah Malioboro termasuk daerah yang bersifat heterogen, baik secara fisik maupun sosial. Pada saat ini golongan minoritas dari penduduknya masih orang keturunan Cina.
Ketika orang Cina menghuni kawasan lain, karena pihak Belanda menyuruh mereka menghuni kawasan yang terletak lebih di utara, maka daerah dengan nama Kranggan menjadi kawasan Cina perta- ma di Yogyakarta dan sampai saat ini mayoritas penghuninya masih orang keturunan Cina. Di sana mereka tidak menjadi ancaman eko- nomi bagi para penguasa koloni, sehingga akhirnya orang Cina boleh memilih tempat hunian di daerah lain. Semakin lama semakin banyak pedagang Cina pindah ke arah Selatan di samping Jalan Malioboro, karena paling strategis di kota, dan mulai dipakai juga berbagai insti- tusi negeri.
Jalan Malioboro dengan arkadenya dan pola pembangunannya menjadi makin lama makin terkenal sebagai daerah perdagangan yang unik, sehingga menarik perhatian pariwisata internasional dan domestik. Perhatian tersebut juga menarik perhatian para investor untuk meningkatkan pendapatan harga tanah. Pola tradisional dalam pembangunan jalan pasar dengan bermacam fungsi (misalnya ruko) makin lama makin digeser dengan bang unan tipe baru dalam skala yang lebih besar (misalnya mal atau hotel besar) dengan fungsi tunggal. Masalah lalu lintas perkotaan juga semakin bertambah, sehingga pada tahun 1981 dibuat sayembara untuk mendapatkan solusi perbaik- an daerah tersebut. Pada tahun berikutnya lalu lintas kendaraan bermotor dan yang tidak bermotor, serta tempat parkir dipisahkan secara spasial. Walaupun demikian, situasi lalu lintas masih sering macet, dan citra Malioboro mulai menurun. Akhirnya Dinas Tata Kota membuat proyek yang mencoba untuk memberi solusi bagi masalah-masalah secara integral.’82 Usulan-usulan proyek tersebut tidak diterapkan dan citra Malioboro yang unik terus merosot, menjadi tidak jelas, bagaimana daerah tersebut akan berkembang, ditambah juga dengan berbagai aspek lain yang berkaitan.
Malioboro Yogyakarta memiliki 3 bagian:
• Jalan Malioboro serta pinggirannya: Daerah tersebut termasuk ruang Jalan Malioboro dan Jalan A. Yani, serta semua bangunan dan ruang terbuka yang ada di pinggirannya. Kedalaman bangunan dan ruang tersebut sangat berbeda (15-120 m). Daerah tersebut hanya berfokus pada ruang di depan, yaitu Jalan Malioboro. Ruang di belakangnya sama sekali tidak diperhatikan, sehingga batasannya dengan lingkungannya se- ring sangat berbeda.
• Daerah Barat Malioboro: Daerah tersebut mulai di belakang bangunan yang menghadap Jalan Malioboro, kemudian meluas ke Barat sampai di jalan raya kota (JI. Bhayangkara, JI. Joyonegaran). Daerah tersebut dibagi dari Utara ke Selatan dalam 5 wilayah dengan 4 jalan raya. Sebagian besar daerah bagian Utara dipakai untuk aktivitas pariwisata, sedangkan bagian Selatan dipakai untuk pertokoan dan hunian.
• Daerah Timur Malioboro: Daerah tersebut mulai di belakang bangunan yang menghadap Jalan Malioboro, kemudian meluas ke Timur sampai di jalan raya kota (JI. Mayor Suryotomo, JI. Mataram). Daerah tersebut dibagi dari utara ke selatan dalam 4 wilayah dengan 3 jalan raya. Sebagian besar daerah bagian utara dipakai untuk aktivitas pariwisata dan instansi pemerintah, sedangkan bagian selatan dipakai untuk pertokoan dan pasar kota.
Kebanyakan wilayah tersebut bersifat heterogen dengan ciri khas masing-masing yang berbeda-beda. Kajian ini membatasi analisis terhadap Malioboro sebagai berikut: di utara jalur kereta api, di selatan gedung koloni Belanda, di barat dan timur meliputi semua daerah dengan jauh 150 m dari Jalan Malioboro. Luas daerah tersebut adalah 32.9 ha.
Daerah Malioboro termasuk bagian dari tiga kelurahan. Di daerah kajian terdapat 14 RW dengan 35 RT dengan 1’134 KK dan 4’259 penduduk yang tercatat. Artinya: rata-rata 3.9 orang hidup di dalam keluarga dan 260 orang menghuni 1 ha. Namun, nilai tersebut tidak begitu tepat, karena banyak kawasan tidak memiliki penghuni, sedangkan kawasan lain padat dihuni. Di Malioboro hanya 32% pendu- duk berumur di bawah 20 tahun. Nilai tersebut lebih rendah daripada rata-rata di Indonesia. Alasan pertama adalah karena kebanyakan keluarga dengan anak-anak tidak suka hidup di sana. Alasan kedua karena harga tanah mahal, sehingga daerah hunian yang masih ada dipakai oleh orang yang mendapat keuntungan dengan tetap tinggal di sana. 53% dari jumlah penghuni adalah pemilik rumah. Nilai tinggi tersebut masuk akal apabila diperhatikan bahwa 52% dari jumlah penghuni tinggal di Malioboro sejak lahir, sehingga kebanyakan ru- mah tinggal masih tetap diwariskan oleh keluraga. Nilai tersebut juga lebih mewakili bangunan dengan denah kecil. Kebanyakan gedung besar sudah dijual atau disewakan karena para pemiliknya lebih suka hidup di daerah lain.
Jumlah penduduk Malioboro cukup stabil karena mutasi jumlah orang seimbang. Jumlah WNA sebesar 0.2% sangat rendah, karena banyak orang keturunan Cina sudah lama menjadi WNI, dan orang asing yang lain lebih suka hidup di daerah yang lebih nyaman. 58% dari jumlah penduduk menganut Islam, 38% orang Katolik dan Kristen, hanya 2% penganut Buddha. Di antara berbagai masjid ada juga 2 buah gereja, namun tidak ada klenteng Cina. Situasi tersebut berbeda dengan banyak kawasan Cina di kota-kota lain, dan menunjuk- kan heterogenitas di Malioboro. Tekanan pada identitas dan aktivitas kaum Cina secara lokal di daerah Malioboro kurang diperhatikan.

PSSI VS Nurdin halid

saat ini dunia sepak bola sedang dirundung masalah yang amat rumit dan serius, apalagi klo bukan masalah nurdin halid yang nekad untuk mencalonkan diri menjadi ketua umum PSSI, padahal banyak suporter klub sepak bola nasional yang tidak setuju dgn pencalonannya untuk maju sebagai ketua umum PSSI, apalagi federasi Fifa telah berkata bahwa seseorang yang mempunyai kasus pidana hukum tidak di perbolehkan dan dilarang untuk menjabat sebagai ketua umum PSSI. Tapi namanya orang semakin ditentang ehhh malah semakin menjadi-jadi dan semakin nekat. Entahlah kita tunggu saja hasil rapat PSSI, semoga keputusan yang diambil PSSI ialah keputusan yang terbaik dan dapat merubah nasib persepakbolaan Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju..

Minggu, 13 Maret 2011

Singgah di masjid Cheng-hoo, pasuruan

Sungguh tak terlupakan jalan-jalan ke jawa timur pada tahun baru lalu, ini menjadi pengalamanku yang tak terlupakan dan sangat berkesan bagiku. Ku lewatkan pesta pergantian tahun 2010 ke 2011 lalu di kota malang. Konon kota malang merupakan salah satu kota di jawa timur yang memiliki udara yang sejuk, ini memang terbukti setelah q menapakki langkahku di kota malang udara yang sejuk menghampiriku, beda sekali dengan udara yang ku rasakan di kota semarang yang panas, penuh debu dan asap kendaraan bermotor. Salah satu yang menggugah rasa simpatiku adalah masjid cheng-hoo yang terletak di daerah pandaan pasuruan jawa timur. Sungguh indah dan megah masjid cheng-hoo ini mengalahkan masjid-masjid besar di semarang, kebersihan tempatnya, suasana masjid yang hening dan nyaman membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di masjid cheng-hoo. Walaupun banyak yang mengira Kapten Cheng-hoo ini beragama hindu tetapi jejak keislaman Cheng-hoo di tanah jawa ini sudah ada sejak zaman dahulu, ini terbukti dengan berdirinya masjid Cheng-hoo yang megah,dan indah di kota pandaan pasuruan.

Kamis, 10 Maret 2011

Pengalaman Mudik yang Tidak Terlupakan

Alhamdullilah bulan suci ramadhan 1431 H telah berhasil kita lewati dan selesaikan dengan baik... Tiba saatnya kita merayakan hari kemenangan dengan suka cita.....
Seperti biasa setiap hari raya Idul Fitri tiba Q dan keluarga selalu mudik k jakarta ke rumah yangkung di perumahan tanjung barat indah alias TBI... Ini memang aneh klo biasanya orang-orang pas hari raya mudik k desa ehh Q malah mudik k kota... Lucu bin nyeleneh dech....
cerita bermula ketika Q brangkat mudik k jkarta naek mobil.. Q mudik dengan menggunakan mobil suzuki carry merah 1.5 yang nyaman. Hari itu karena berangkat k jakartanya  sore Q menawarkan diri untuk nyetir dluan karena klo malem penglihatanku udah agak-agak kurang jelas......

Semua berjalan mulus dan lancar ketika Q nyetir meninggalkan kota semarang pukul 2 siang... Q nyetir dengan gembira tapi tetap dengan penuh kewaspadaan.. Singkat cerita ketika Q nyampe d plelen daerah alas roban tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah kendaraan yang oleng, motor itu ceritanya hendak menyelip mobil di depannya, tapi entah karena apa tiba-tiba pengendara motor itu terjatuh mungkin ia hendak mengerem tapi sudah nggak nyandak.. Dan akibatnya pengendara motor itu jatuh dan Q kget ketika tiba-tiba motor itu berada di depanku motor itu keluar jalur dan berada di jalurku, Q langsung kaget dan tanpa sadar Q menabrak motor itu dan langsung mobilku mumbul dan langsung oleng k jalur yang berlawanan... Tetapi Q segera membanting stir k kiri agar tidak menabrak mobil dari arah yang berlawanan...

Q langsung shock dan kaget... Q takut klo pengendara motor itu tergilas ban mobilku... Alhamdullilah pengendara motor itu tidak apa-apa hanya lecet-lecet di bagian kaki dan alisnya saja..... Terima kasih ya Allah engkau telah menyelamatkan Q dan keluargaku dari insiden itu... mungkin ini peringatan dari-MU agar aku lebih berhati-hati lagi dalam berkendara khususnya dalam mengemudikan mobil.....
Akibat peristiwa itu mobilku mengalami kerusakan yang lumayan parah di bagian pintu sebelah kanan karena pintunya tidak bisa di buka... Pupus sudah harapan dan keinginanku untuk menyetir dan menjelajahi jalur pantura..................
Namun selalu ada hikmah di balik suatu peristiwa atau kejadian...... Semoga itu menjadi pengalaman yang pertama & terakhir dalam hidupku... Dan tidak akan pernah terjadi lagi.................
Sesungguhnya Allah maha berkuasa atas segala ciptaan-NYA di muka bumi ini............ Kita tidak akan pernah tahu peristiwa atau kejadian apa yang akan terjadi di hadapan kita semua itu hanyalah Allah yang mengetahuinya....